USAHA KECIL

· Uncategorized
Authors

BAB IV

USAHA KECIL

 

A. Pendahuluan

Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian usaha kecil, pengaturan, metode pemberdayaan, dan tentang pola kemitraan. Melalui bahasan bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan upaya pengembangan usaha kecil sehingga usaha kecil mampu menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.

B. Penyajian

1. Pengertian

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagai mana diatur dalam Undang Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil. Pasal 5 Undang Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil menentukan kriteria usaha kecil sebagai berikut:

  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus juta Rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
  3. Milik Warga Negara Indonesia
  4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;
  5. Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Undang Undang Usaha Kecil dimaksudkan untuk memberikan dasar hukum dalam pemberdayaan usaha kecil, karena sebagaimana disebutkan dalam konsideran undang-undang tersebut bahwa usaha kecil sebagai bagian dari dunia usaha yang merupakan kegiatan ekonomi rakyat mempunyai kedudukan, potensi dan peran yang startegis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang semakin seimbang berdasarkan demokrasi ekonomi. Sistem demokrasi ekonomi demikian merupakan amanat Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945.

2. Pengaturan

Perlindungan usaha kecil di Indonesia diatur dalam Undang Undang Republik Indonsia Nomor 9 Tahun 1995 tentang usaha kecil. Sebagai pelaksanaan undangundang tersebut telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1997 tentang kemitraan.

3. Metode Pemberdayaan

Pemberdayaan adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam bentuk penumbuhan iklim usaha, pembinaan dan pengembangan sehingga usaha kecil mampu menumbuhkan dan memperkuat dirinya menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Pemberdayaan usaha kecil berlandaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 dan diselenggarakan atas asas kekeluargaan.

Pemberdayaan usaha kecil bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang menjadi usaha menengah serta meningkatkan peranan usaha kecil dalam pembentukan produk nasional, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, serat peningkatan dan pemerataan pendapatan untuk mewujudkan dirinya sebagai tulang punggung serta memperkukuh struktur perekonomian nasioanl. Jadi menurut Undang Undang Usah Kecil, tanggung jawab pemberdayaan usaha kecil tidak hanya pada pemerintah saja tapi juga dunia  usaha dan masyarakat.

Pemberdayaan dilakukan melalui empat metode, yaitu penciptaan iklim usaha, pembinaan dan pengembangan, pembiayaan dan penjaminan, serta kemitraan.

  1. Penciptaan iklim usaha makudnya adalah penciptaan kondisi yang diupayakan pemerintah berupa penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan di berbagai aspek kehidupan ekonomi agar usaha kecil memperoleh kepastian kesempatan yang sama dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya sehungga berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Penciptaan iklim usaha meliputi aspek pendanaan, persaingan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan usaha dan perlindungan.
  2. Pembinanan dan pengembangan adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat melalui pemberian bimbingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Upaya pembinaan dan dan pengembangan usaha kecil meliputi bidang-bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia dan teknologi.
  3. Pembiayaan adalah penyediaan dana oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui lembaga keuangan bank, lembaga keuangan bukan  bank,atau melalui lembaga lain dalam rangka memperkuat permodalan usaha kecil. Penjaminan adalah pemberian jaminan pinjaman usaha kecil oleh lembaga penjamin sebagai dukungan untuk memperbesar kesempatan memperoleh pembiayaan dalam rangka memperkuat permodalannya. Metode pembiayaan meliputi kredit perbankan, pinjaman lembaga keuangan bukan bank, modal ventura, pinjaman dari bagian laba BUMN, hibah dan jenis pembiayaan lainnya. Pembiayaan tesebut dijamin oleh lembaga penjamin pemerintah dan/atau swasta, dalam bentuk penjaminan pembiayaan kredit bank, penjaminan pembiayaan atas bagi hasil dan penjaminan pembiayaan lainnya
  4. Kemitaraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

4. Kemitraan

Kemitaraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Usaha menengah dan usaha besar melaksanakan hubungan kemitraan dengan usaha kecil, baik yang memiliki keterkaitan usaha maupun yang tidak memiliki keterkaitan usaha. Pelaksanaan hubungan kemitraan diupayakan ke arah terwujudnya keterkaitan usaha. Maksud dari pelaksanan hubungan kemitaraan diupayakan ke arah terwujudnya keterkaitan usaha yaitu diarahkan kepada perluasan dan pendalaman keterkaitan bagi usaha kecil yang memiliki keterkaitan usaha serta penumbuhan keterkaitan usaha bagi usaha kecil yang memiliki potensi keterkaitan usaha.

Kemitraan dilaksanakan dengan disertai pembinaan dan pengembangan dalam salah satu atau lebih bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, sumber daya manusia dan teknologi. Apabila usaha kecil melakukan kemitraan dengan usaha menengah dan usaha besar maka kedudukan kedua belah pihak di mata hukum adalah setara.

Kemitraan dilaksanakan dengan berbagia pola antara lain:

  • Pola inti-plasma

Adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar, yang di dalamnya usaha menengah atau usaha besar bertindak sebagai inti dan usaha kecil selaku plasma. Perusahaan ini melaksanakan pembinaan mulai dari penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, sampai dengan pemasaran hasil produksi.NContoh pola inti-plasma ini adalah yang dikembangkan di bidang agribisnis, yaitu Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Perusahaan perkebunan yang menerapkan pola ini melakukan fungsi perencanaan, bimbingan dan pelayanan sarana produksi, kredit, pengolahan hasil dan pemasaran bagi usaha tani yang memiliki dan dikelola sendiri. Pengusaha inti melakukan pembinaan terhadap plasma mulai penyediaan input sampai pemasaran hasil, sementara pengusaha plasma (petani) memenuhi kewajiban yang sifatnya manajerial, menjual seluruh produksi kepada perusahaan inti dan membayar kredit.

  • Pola Subkontrak

Adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di dalamnya usaha kecil memproduksi komponen yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar sebagai bagian dari produksinya. Kelemahan pola subkontrak ini adalah pada besarnya kebergantungan pengusaha kecil pada pengusaha menengah atau besar. Hal demikian dapat berdampak negatif terhadap kemandirian dan keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha kecil.

  • Pola dagang umum

Adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di dalamnya usaha menengah atau usaha besar memasarkan hasil produksi usaha kecil atau usaha kecil memasok kebutuhan yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar mitranya.

  • Pola waralaba

Adalah hubungan kemitraan yang di dalamnya pemberi waralaba memberikan hak pengguna lisensi, merek dagang, dan saluran distribusi perusahaannya kepada penerima waralaba dengan disertai bantuan bimbingan manajemen.

Pengaturan yang terinci mengenai kemitraan pola waralaba telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1997 tentang waralaba. Dalam peraturan pemerintah kemitraan sendiri terdapat pengaturan khusus tentang waralaba ini antara lain dalam Pasal 7 yang menentukan sebagai berikut :

ü      Usaha besar dan atau usaha menengah yang bermaksud memperluas waralabausahanya dengan memberi waralaba, memberikan kesempatan dan mendahulukan usaha kecil yang memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai penerima waralaba untuk usaha yang bersangkutan; dan

ü      Perluasan usaha oleh usaha besar dan atau usaha menengah dengan cara waralaba di Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II di luar ibukota propinsi hanya dapat dilakukan melalui kemitaraan dengan usaha kecil.

  • Pola keagenan

Adalah hubungan kemitraan yang didalamnya usaha kecil diberi hak kusus untuk memasarkan barang dan jasa usaha menngah atau usaha besar mitranya.Pengertian agen hampir sama dengan distributor karena sama-sama menjadi perantara dalam memasarkan barang dan jasa pengsaha menengah atau besar ( prinsipal). Namun secara hukum berbeda karena mempunyai karateristik dan tanggung jawab hukum yang berbeda.

Ciri-ciri agen antara lain :

  1. Perusahaan yang menjual barang atau jasa untuk dan atas nama prinsipal.
  2. Pendapatan yang diterima adalah atas hasil dari barang atau jasa yang diperjualkan adalah komisi.
  3. Barang dikirim Langsung dari prinsipal kepada konsumen jika antara agen dengan konsumen mencapai suatu persetujuan.
  4. Pembayaran atas barang yang diterima oleh konsumen langsung pada prinsipal bukan melalui agen

Ciri-ciri distributor antara lain :

  1. Perusahaan yang bertindak untuk dan atas namanya sendiri
  2. Membeli dari prinsipal/produsen dan menjual kembali kepada konumen untuk kepentingan sendiri.
  3. Prinsipal tidak selalu mengetahui konsumen akhir dari produk-produknya.
  4. Bertanggung jawab atas keamanan pembayaran barangbarangnya untuk kepentingan sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: